PENGUATAN
IDENTITAS MULTIKULTURAL DI ERA GLOBALISASI
DISUSUN
OLEH :
NAMA : 1.
FANNY NOVIARDI (F1B016059)
2. MUHAMMAD IQBAL (F1B016028)
3. JOKO PRASETIO (FIB016054)
2. MUHAMMAD IQBAL (F1B016028)
3. JOKO PRASETIO (FIB016054)
FAKULTAS :
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
PRODI : KIMIA
LOMBA
KARYA TULIS ILMIAH KBBS FKIP UNIVERSITAS BENGKULU 2016
Kata
Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan ke-hadiran tuhan yang maha esa,karena atas berkat rahmat
dan karunianyalah karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik, walau masih
banyak terdapat berbagai macam kesalahan kami mohon maaf jika ada kata yang
tidak pantas untuk diucapkan atau pun didengar oleh para pembaca karena
penulisan karya ilmiah ini hanyalah bertujuan untuk kami membangkitkan rasa
cinta masyarakat akan kebudayaan yang kita miliki saat ini karena tidak semua
negara didunia memiliki beragam kekayaan budaya seperti negara tercinta kita
ini ,oleh sebab itu kami penulis karya ilmiah ini mengajak pembaca untuk terus
melestarikan kebudayaan yang kita miliki sekarang karena kebudyaan itu akan
menjadi jatidiri bangsa kita dan menjadi aset yang tak akan pernah ternilai
oleh apapun ,karena dizaman serba moderen ini banyak kebudayaan yang ada di
negara kita hilang karena tergerus oleh kemajuan zaman yang serbah maju seperti
sekarang yang kita rasakan ,bahkan para generasi muda kita tidak sedikit yang
mengabaikan betapa penting nya kebudayaan yang kita miliki ini ,sangking
pentingnya banyak negara yang mengabil kebudayaan megara kita ,kita sebagai
warga negara INDONESIA patut bangga atas budaya yang kita miliki mulai dari
sekarang kami mengajak para pembaca mulai dari yang muda sampai dengan yang tua
untuk terus melestarikan kebudayaan yang kita miliki sekarang jangan sampai
kebudayaan kita ini hilang digerus zaman dan hanya cerita kelak untuk anak cucu
kita mari kita jaga kebudayaan negara kita agar nanti anak cucu kita masih
dapat melihat dan melestarikan kebudayaan yang sudah lama bangsa ini miliki
Bengkulu, oktober 2016
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................... 3
DAFTAR
ISI .................................................................................................................. 4
BAB
I
PENDAHULUAN
.......................................................................................................... 5
1.1.
LATAR BELAKANG ............................................................................................ 5
1.1.2. Berikut
adalah pengertian multikultural menurut beberapa ahli....................... 5
1.1.3
Penerapan budaya di masyarakat dan budaya di bengkulu .............................. 5
1.2.RUMUSAN
MASALAH ......................................................................................... 7
1.3.
TUJUAN PENULISAN ......................................................................................... 7
1.3.1. Manfaat
dan kerugian jika budaya tidak bertahan ............................................... 7
1.3.2. Manfaat
jika budaya terus bertahan ..................................................................... 7
1.3.3. Kerugian
jika budaya tidak bertahan .................................................................... 7
BAB II
2.1.
Pengertian
dan sejarah budaya seni di bengkulu ....................................................... 8
2.2. Berikut Tahapan –Tahapan Tabot (9 Tahapan) .......................................................... 9
2.3 Hal yang dapat mempertahankan Tatakrama .......................................................... 10
2.3 Hal yang dapat mempertahankan Tatakrama .......................................................... 10
2.4.
Cara mempertahankan budaya ............................................................................... 11
2.5.
Mempertahankan
budaya dengan hal sederhana ..................................................... 12
2.6.
Memperkenalkan
kebiasaan dan kebudayaan ke generasi muda ............................. 13
2.7.
Penyebab
hilangnya kebudaya ................................................................................ 13
2.8.
Unsur
– unsur kebudayaan ...................................................................................... 14
2.8.1.
Menurut
malvelli j.harskovit menyebuitkan
kebudayaan
mempunyai 4 unsur, yaitu.......................................................... 14
2.8.1.
Broneslaw
malinowski mengatakan ada 4 unsur
poko dalam kebudayaan ................................................................................ 14
BAB III
PENUTUP
.................................................................................................................... 15
3.1.
KESIMPULAN ..................................................................................................... 15
3.2.
SARAN ................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 16
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 16
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Multikultural
adalah istilah yang digunakan untuk mengambarkan pandangan seseorang tentang berbagaimacam kehidupan di dunia
,atau kebijakan yang menekankan seseorang dapat menerima budaya di tempat
tertentu atau di daerah tertentu seperti indonesia yang banyak memiliki
keragaman budaya dan adat istiadat serta perbagai budaya politik yang dipegang
,budaya dan adat istiadat di setiap daerah di indonesia memiliki banyak
kebedaaan namun perbedaan itulah yang menjadikan ciri khas dari masing – masing
setiap kebudayaan di daerah itu ,jika budaya ini terus dilestarikan maka akan
menjadi daya tarik bagi para turis lokak maupun manca negara ,oleh sebab itulah
kita sebagai warga negara indonesia patut melestarikan budaya yang sudah turun
– temurun ini kalau bukan kita siapa lagi, pandangan terhadap multikultural
menurut para ahli memiliki berbagai macam persi
1.1.2. Berikut adalah pengertian
multikultural menurut beberapa ahli :
A. Azyumardi
azra ( tahun 2007 )
Multikulturalisme pada
dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan kedalam berbagaimacam kebijakan
kebudayaan yang menekan kan penerimaan realitas prularitas agama dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat
,multikulturalisme juga dapat dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian
diwujudkan dalam kesadaraan politik
B. Cliffrod
geerz
Sebuah
masyarakat prular adalah yang terbagi menjadi beberapa subsistem embrio itu sendiri dan kemudian terikat dalam
ikatan primordial
Multikultural
diderah perkembangan zaman serba moderen ini sangat banyak yang tergerus karna
sudah tidak ada lagi yang memperdulikan budaya yang kita miliki ,bahkan
pemerintah saja acuh tak acuh terhadap kebudayaan yang kita miliki tak ada peran
sedikitpun untuk pemerintah mempertahan kan budaya sebagai aset bangsa kita
bahkan karena tak pernah diperhatikan hal inilah yang dijadikan peluang bagi
negara lain untuk mengabil kebudayaan yang kita miliki contoh nya saja
kebudayaan negara kita yang di ambil oleh negara lain karena kurang nya
perhatian pemerintah dan kirang nya kesadaran masyarakat untuk tetap
melestarikan budaya sebagai aset negara yang tak ternila harganya berikut
beberapa budaya indonesia yang diambil negara lain :
1. batik dari jawa oleh adidas
2. naskah kuno dari riau oleh pemerintah
malaysia
3. naskah kuno dari sumatra barat oleh
pemerintah malaysia
4. naskah kuno dari sulawesi tenggara oleh
pemerintah malaysia
5. lagu rasa sayang –
sayangi dari maluku oleh pemerintah malaysia dan lain – lain
1.1.3. Penerapan budaya di masyarakat dan
budaya di bengkulu
Penerapan
budaya dan adat istiadat didaerah tertentu khususnya di kota bengkulu salah
satu provinsi dinegara indonesia ,dibengkulu banyak berbagai macam budaya yang
harus tetap dilestarikan ,karena budaya adalah identitas dari suatu masyarakat
tertentu karena budaya itulah yang akan menjadi pengenal daerah tersebut
,contohnya kota bengkulu yang ramah terhadap turis lokal maupun lokak hal ini
benar adanya karena daerah bengkulu sudah mulai banyak turis dari manca negara
yang menetap di bengkulu dan masyarakat bengkulu menerima mereka dengan baik
,karena di bengkulu rasa kekeluargaan itu masih sangat kental dan hal itulah
yang harus kita jaga diera globalisasi yang akan datang karena era globalisasi
banyak memiliki pengaruh yang akan merusak keramahaan masyarakat bengkulu itu
,banyak hal yang bisa dilakukan untuk menetapkan budaya keramahan di masyrakata
bengkulu namun bukan hanya itu saja ada dua budaya di bengkulu yang harus di pertahan
kan yaitu tabot ,dan musik tradisional dol yang harus dipertahan kan untuk
menarik wisatawan datang ke bengkulu
Di
era globalisasi ini bukan tidak mungkin budaya dan adat istiadat di kota
bengkulu akan hilang karena karena tergerus oleh kemajuan zaman ,contohnya saja
banyak anak muda dikota bengkulu yang tak tahu apa arti dari tabot itu sendiri
dan apa arti dari musik tradisional dol bahkan tatakrama di dalam pergaulan
anak muda pun sudah jauh dari kata baik karena pengaruh era globalisasi
kebanyakan dari anak muda lebih mementingkan kepentiangan individu saja dari
pada kepentingan orang banyak ,tatakrama seperti bicara saja sudah tidak sopan
,oleh kerena itu kita para generasi muda memiliki peran penting untuk
mempertahankan budaya itu karena jika budaya tersebut terus bertahan dari
generasi sampai generasi selanjut nya mungkin akan tercipta sebuah dearah
dengan tatakrama yang tinggi dan budaya yang tetap terlestarikan adapun hal –
hal yang dapat membuat budaya tersebut bertahan
1.2.
Rumusan
masalah
Berikut
adalah beberapa rumusan masalah :
1.
Apa saja unsur – unsur yang terkandung
didalam kebudayaan
2.
Apa wujud dan komponen kebudayaan
3.
Bagaimana hubungan antara unsur – unsur
kebudayaan dengan masyarakat
4.
Apa saja pengaruh budaya terhadap
lingkungan masyarakat
5.
Manfaat apa saja yang akan didapatkan
masyarakat dari kebudayaan
6.
Apa saja tujuan dari pelestarian
kebudayaan di kota bengkulu
1.3.
Tujuan
penulisan
Agar masayarakat lebih
mencintai kebudayaan yang dimiliki oleh daerah nya masing masing karena
kebudayaan itu sangat mahal ,budaya juga jika terus kita lestarikan akan terus
menjadi identitas yang tentunya akan menjadi kebanggaan kita sebagai masyarakat
karena jika kebudayaan kita sampai terkenal kemanapun pasti kita sebagai warga
yang mencintai budaya akan bangga terhadap apa yang telah kita capai oleh sebab
itu kami selaku penulis mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk terus
melestarikan budaya yang kita yang menjadi aset bagi negara kita
1.3.1.
Manfaat dan kerugian jika budaya tidak bertahan
Banyak manfaat jika budaya terus bertahan disuatu daerah,
dan sebalik nya jika budaya didaerah tertentu luntur diera globalisasi ini akan
memiliki banyak kerugian ,manfaat nya dalah sebagai berikut :
1.3.2. Manfaat jika budaya terus bertahan
a. Akan
membangkitkan rasa kekeluargaan di masyarakat
b. Terciptanya
kedamaian didalam masyarakat
c. Memiliki
ciri daerah dan lebih dikenal lagi oleh derah – daerah lainjika adat tabot dan
kesenian daerah
d. Menjadi
lambang, arti dan pedoman kehidupan dimasyaraka
1.3.3. Kerugian jika budaya tidak bertahan
a. Akan
banyak terjadi selisih paha dimasyarakat
b. Lebih
mengutamakan kepentingan individu
c. Akan
menghilangnya budaya tradisional dimasyarakat yang akan tergantikan oleh budaya
asing
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian dan sejarah budaya seni dibengkulu
Tabot adalah upacara
tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang
tentang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi MUHAMMMAD SAW,Husen
Bin Ali Bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah Bin Zaid di
Padang Karbala,Irak pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriyah (681 M). (wikipedia ensiklopedia)
Pengertian seni menurut beberapa ahli:
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits danBronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalammasyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilahuntuk pendapat itu adalah
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits danBronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalammasyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilahuntuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism
.Herskovits memandang
kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satugenerasi ke generasi
yang lain, yang kemudian disebut sebagai
Superorganic
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian nilaisosial,norma sosial, ilmu pengetahuan
serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, danlain-lain, tambahan
lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khassuatu
masyaraka
Sejarah
terbentuknya Tabot,telah diselenggarakan secara turun-temurun sejak abad
14.sejarah perayaan Tabot di Bengkulu pertama kali di rayakan olrh Syeh
Burhanuddin yang lebih populer sebagai Imam senggolo tahun 1685.pernikahan Imam
Senggolo dengan wanita Bengkulu kemudian anak,cucu,dan keturunan mereka di
sebut sebagai keluarga Tabot.latar belakanga festival Tabot ini yaitu untuk
mengingat atas kematian cucu Nabi MUHAMMAD yaitu Hasein Bin Ali Bin Abi
Thalib,yang wafat di Padang Karbala,Irak.
Beberapa
masyarakat Bengkulu percaya jika Tabot tidak diselenggarakan maka masyarakat
Bengkulu akan terjadi bencana/musibah. Pada saat kegiatan ini berlangsung ,baik
wisatawan lacal maupun domestic tumpah ruah disepanjang jalan untuk menyaksikan
secara langsung meriah nya acara tersebut . selain telah menjadi tradisi sejak
lama tobot juga sudah menjadi ciri khas kota bengkulu dan daerah minang ada
perbedaan sedikit saja di dalam pelaksanaan nya
2.2. Berikut Tahapan -Tahapan Tabot (9 Tahapan)
1. Mengambil
Tanah(1 Muharram Pukul 22:00 WIB)
Tanah
yang diambil pada tahapan ini haruslah berasal dari tempat keramat yang
mengandung unsur-unsur magis.
2. Duduk
penja (5 muharam pkl: 16:00 wib)
Penja
adalah benda yang terbuat darikuningan ,perak,atau tembaga yang berbentuk
telapak tangan manusia lengkap dengan jari – jarinya penja yang dianggap
sebagai benda keramat yang mengandung unsur magis harus dicuci dengan air limau
setiap satu tahun sekali
3. Meradai
( 6 muharam pkl 07:00 – 17:00 )
Mengumpulkan
dana yang dilakukan oleh jola (orang yang bertugas mengumpulakan dana untuk
kegiatan untuk masyarakat ,biasanyan terdari dari anak – anak yang berusia dari
10 – 20 tahun )
4. Manjara
(6-7 muharam pkl 20:00 – 23:00)
Cara
ini merupakan cara untuk berkunjung atau menemui kelompok lain untuk beruji
atau bertanding dal (alat musik sejenis beduk, yang terbuat dari kayu dengan
lubang ditengah nya, serta ditutupi oleh kulit lembu
5. Arak
penja ( 8 muharam pkl 19:00 – 21:00 )
Pada
acara ini setiap kelompok tabot akan mengirim regunya sekitar 10 -15 orang yang
sebagian besar terdiri dari anak – anak dan remaja dengan menempuh rute yang
telah ditentukan bersama pada jalan – jalan utama dikota bengkulu
6. Arak
serban ( 9 muharam pkl 19:00 – 21:00 )
Benda
yang diarak selain penja, ada juga serban / sorban putih yang diletakan pada
tabot coki ( tabot kecil ) dilengkapi dengan bendera atau dengan panji – panji
bewarna putih atau biru yang bertuliskan hasan dan husen dengan huruf kaligrafi
yang indah
7. Gam
Gam
sendiri berasal dari kata “ghum” yang berarti penutup atau pengalang suatu
waktu yang telah ditentukan dimana dimana pada waktu tersebut semua aktifitas
yang berkenaan dengan upacara tabot tidak boleh dilakukan termasuk menyembunyikkan
dol dan tassa. Jadi gam ini dapat disebut masa tenang
8. Arak Gedang ( 9 muharam atau malam 10 muharam )
dengan diawali acar ritual pelepasan tabot dengan bersanding digerga masing-masing. Selanjutnya diteruskan dengan arak gedang yaitu grup tabot bergerak dari markas masing-masing secara berombongan dengan menempuh rute yang telah ditentukan. Dijalan protokol semua tabot bertemu sehingga membentuk arak gedang (pawai akbar) menuju lapangan utama.
dengan diawali acar ritual pelepasan tabot dengan bersanding digerga masing-masing. Selanjutnya diteruskan dengan arak gedang yaitu grup tabot bergerak dari markas masing-masing secara berombongan dengan menempuh rute yang telah ditentukan. Dijalan protokol semua tabot bertemu sehingga membentuk arak gedang (pawai akbar) menuju lapangan utama.
9.
Tabot terbuang
tabot-tabot disandingkan yang diikuti oleh masing0masing personil kelompok tabot. Pada sekitar pukul 10.00 wib arak-arak tabot dilepaskan oleh gubernur bengkulu untuk menuju komplek pemakaman umum karabela.tempat ini menjadi lokasi ritual acara tabot terbuang karena disana dimakamkan imam senggolo ( syeh Burhanuddin ) pelopor upacara tabot di bengkulu. Dengan berakhirnya tabot terbuang maka berakhirlah semua prosesi ritual upacara tabot. upacara tabot dibengkulu mengandung aspek ritual dan non ritual.
tabot-tabot disandingkan yang diikuti oleh masing0masing personil kelompok tabot. Pada sekitar pukul 10.00 wib arak-arak tabot dilepaskan oleh gubernur bengkulu untuk menuju komplek pemakaman umum karabela.tempat ini menjadi lokasi ritual acara tabot terbuang karena disana dimakamkan imam senggolo ( syeh Burhanuddin ) pelopor upacara tabot di bengkulu. Dengan berakhirnya tabot terbuang maka berakhirlah semua prosesi ritual upacara tabot. upacara tabot dibengkulu mengandung aspek ritual dan non ritual.
Aspek ritual hanya dilakukan oleh keluarga keturunan
tabot yang dipimpin oleh sesepuh keturunan nya langsung, serta memiliki
ketentuan - ketentuan khusus dan norma-norma yang harus ditaati oleh mereka.
Sedangkan acara yang mengandung aspek non ritual dapat diikuti oleh siapa saja.Tabot
yang terus berkembang dari tahun ke tahun lama-kelamaan sudah semakin
meninggalkan arti upacara tabot itu sendiri. Tabot yang sekarang lebih ke acara
festival dan tabot sendiri dijadikan suatu objek parawisatawan dibengkulu.
Mempertahan
kan budaya memiliki tantangan tersendiri bagi para orang yang mencintai budaya
daerah ,namu jika budaya derah sendiri tidak kita lestarikan siapa lagi yang
akan melestarikanya ,karena kebiasaan dan budaya jika dipertahankan akan
memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat salah satunya menjadi ciri khas
daerah bengkulu ,namun jika bkebiasaan dan budaya tersebut tidak di pertahan
kan maka bukan tidak mungkin sebuah kerugian kehilangan budaya yang menjadi
ciri khas itu akan terjadi oleh sebab itu mulai dari sekarang tanamkanlah sifat
untuk mempertahan kan kebiasaan dan budaya di dalam diri kita.
2.3.
Hal yang dapat mempertahankan Tatakrama
1.
Dengan memberikan pengajaran tentang
tatakrama baik didalam lingkuangan sekolah maupun dilingkungan sekitar
2.
Memberikan pengawasan terhadap prilaku
generasi muda
3.
Menimbulkan minat generasi muda untuk
bertatakrama kepada yang lebih tua atau orang yang baru didaerah tersebut
dengan mengajarkan nilai – nilai norma baik di sekolah maupun dilingkungan
masyarakat
4.
Penerapan agama yang kuat dilingkungan
masyarakat
5.
Dan memperkenalkan berbagai macam budaya
kepada generasi muda
2.4. Cara mempertahankan budaya
1. Dengan
memberikan pengajaran tatakrama di sekolah maupun di lingkungan masyarakat
2. Mencari
apa masalah yang membuat generasi muda meng acuhkan budaya bengkulu
3. Melakukan
berbagai macam sosialisasi di masyarakat dan disekolah serta melakukan beberapa
festival
4. Membentuk
berbagai macam komunitas pecinta seni di masyarakat
5. Mendirikan
sanggar – sanggar seni di lingkungan masyarakan ,jika sudah ada sanggar maka
buat lah seaktif mungkin kegiatan sanggar
6. Dan
mengajarkan betapa pentingnya sebuah kebudayaan di masyarakat
7. Kemudian
pengaplikasian semua hal yang sudah disiap kan yang pastinya dengan dukungan
dari berbagai pihak yang bersangkutan
Untuk
mempertahankan budaya itu dimulai dari kita sendiri kemudian baru ke orang lain
yang belum mengetahui kebiasaan dan budaya daerah kita kemudian membiasakan hal
tersebut dan banyak melakukan vestifal serta perlombaan yang menyangkut tentang
kebudayaan yang ada di daerah bengkulu karena kebiasaan dan kebudayaan yang
dimiliki dapat mencerminkan ciri daerah tersebut ,pelestarian budaya didasarkan
oleh kemauan individu dahulu dan kemudian dikembangkan bukan hanya individu
saja banyak yang bersangkutan untuk terus melestarikan kebudayaan itu karena
budaya adalah aset daerah bengkulu ,pelestarian kebudayaan bisa terlekasa jika
lembaga swadaya masyarakat ikut membantu melestarikan dan ikut mendukung apa
pun hal yang berkaitan dengan budaya
2.5. Mempertahankan
budaya dengan hal sederhana
1.
Melakukan penelitian terlebih dahulu
tentang budaya
2.
Mempelajari sejara kebiasaan dan budaya
yang ada di bengkulu
3.
Mengumpulkan rumusan masalah yang akan
terjadi didalam melakukan pengembangan budaya
4.
Kemudian melakukan kajian laporan yang
telah kita kumpulkan
5.
Menyiap kan peralatan ,tempat dan
sponsor pendukung untuk melestarikan budaya
6.
Mendokumentasikan tentang pentingnya
budaya yang dimiliki oleh daerah bengkulu ini serta menjelaskan maanfaat nya
7.
Melaksanakan kegiatan yang sudah
dikumpulkan informasinya dan terus mengamati perkembangan selama proses
pelaksanaan
8.
Jika semua proses pelestarian budaya
sudah dilakukan maka kemungkinan cinta masyarakat terhadap budaya dari tanah
asal nya akan semakin bertambah
Pemerintah
daerah juga memiliki peranan penting dalam melestarikan kebiasaan dan budaya di
kota bengkulu ,pemerintah daerah dituntut bergerak aktif dalam melakukan
pengelolaan budaya sekitar dengan melakukan berbagai festival yang berkaitan
dengan budaya karena jika hal itu dilakukan maka kemungkinan budaya akan
semakin dicintai oleh masyarakat karena adanya dukungan dari pemerintah namun
bukan hanya dukungan pemerintah saja kesadaran masyarakat dan generasi muda
akan cinta dengan budaya mereka sangat lah diperlukan untuk terus membuat
tradisi di bengkulu ini terus bertahan dan lestari
2.6. Memperkenalkan kebiasaan dan kebudayaan ke
generasi muda
Penting nya
memperkenalkan budaya di kota bengkulu dengan para generasi muda agar didalam
diri mereka tertanamkan sifat cinta dengan budaya ,namun hal itu tak semudah
yang dibayangkan kebanyakan para generasi muda sekarang lebih cendrung bermain
gadget daripada bergerak diluar ruangan ,untuk bisa membuat mereka tertarik
akan budaya perkenalkan lah mereka dengan budaya sedikit demi sedikit dan
jangan terlalu membuat orang bosan dengan pengajaran yang kita berikan, karena
generasi muda jaman sekarang tak bisa hidup tampa gadget maka ada solusi untuk
memperkenalkan seni dengan membuat beberapa hal tentang tari di sosial media
dengan sebaik mungkin agar yang melihat dapat tertarik dengan apa yang mereka
lihat ,kemudian buat lah perlombaan lewat sosial media barang siapa yang bisa
menampilkan kebudayaan seperti tari dengan sebaik mungkin dan diunggah
kejejering sosial maka akan mendapatkan hadia ,dengan hal sederhana itu saja
kita dapat menumbuhkan rasa cinta akan budaya didalam hati para generasi muda
yang akan mendatang sebagai calon pewaris budaya yang harus tetap dilestarikan
untuk menjadi ciri dari budaya bengkulu
2.7. Penyebab hilangnya kebudaya
Karena
kurang nya perhatian dari pemerintah dan kurang nya kesadaran dari warga negara
indonesia untuk melestarikan budaya nya sendiri maka kesempatan seperti inilah
yang diambil oleh bangsa lain atau negara lain untuk mengabil danmengukuh kan
kebudayaan di indonesia mereka buat kebudayaan itu jadi budaya mereka ,mungkin
jika pemerintah dan lembaga yang berkaitan dengan seni mau melestarikan budaya
di indonesia maka akan semakin kecil untuk negara lain yang mau mengklaim
kebudayaan kita ,namun semua itu dapat terwujud jika masyarakat dan para
generasi muda peduli dengan kebudayaan bangsanya sendiri
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap
perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dengan
telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderunga yang mengarah terhadap
memudarnya niai-nilai pelestarian budaya. Budaya Indonesia yang dulunya ramah
tamah, gotong royong, an sopan santun berganti dengan budaya ( meminjam istilah
Band Jamrud ) yang gaul, fungky dan doyan ngucapin ember.
Sebagian besar generasi muda sekarang ini sudah tidak lagi memilki
ketertarikan terhadap kesenian daerah. Padahal sebenarnya seni itu indah dan
mahal. Kesenian adalah aset Indonesia. Sebagai tunas muda hendaknya memelihara
seni budaya kita untuk masa depan anak cucu. Padahal kebudayaan daerah
tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang
menghasilkan pendapat untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat
menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyrakat sekitarnya.
2.8. Unsur – unsur kebudayaan
Ada
beberapa ahli yang dapat mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan
atara lain :
2.8.1. Menurut
malvelli j.harskovit menyebuitkan kebudayaan mempunyai 4 unsur, yaitu
a.
Alat – alat ekonomi
b.
Sistem teknologi
c.
Keluarga
d.
Kekuasaan politik
2.8.2. Broneslaw
malinowski mengatakan ada 4 unsur poko dalam kebudayaan
a.
Sistem norma sosial yang memungkinkanker jasama antara
anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
b.
Organisasi ekonomi
c.
Alat – alat ,lembaga –lembaga atau petugas – petugas
untuk pendidikan
d.
Organisasi kekuatan ( politik )
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Kebudayaan indonesia suatu kebiasaan yang sudah dari
turun – temurun menjadi dari zaman nenek moyang yang menjadi aset kekayaan
bangsa indonesia oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa ini sudah
sepatut nya melestarikan kebudayaan bangsa sendiri karena budaya adalah warisan
atau aset yang tak ternilai dan tak ada harganya namun hanya ada apresiasi saja
. pastinya dengan dukungan dari berbagai pihak yang bersangkutan. Untuk
mempertahankan budaya itu dimulai dari kita sendiri kemudian baru ke orang lain
yang belum mengetahui kebiasaan dan budaya daerah kita kemudian membiasakan hal
tersebut dan banyak melakukan vestifal serta perlombaan yang menyangkut tentang
kebudayaan yang ada di daerah bengkulu karena kebiasaan dan kebudayaan yang
dimiliki dapat mencerminkan ciri daerah tersebut ,pelestarian budaya didasarkan
oleh kemauan individu dahulu dan kemudian dikembangkan bukan hanya individu
saja banyak yang bersangkutan untuk terus melestarikan kebudayaan itu karena
budaya adalah aset daerah bengkulu ,pelestarian kebudayaan bisa terlekasa jika
lembaga swadaya masyarakat ikut membantu melestarikan dan ikut mendukung apa
pun hal yang berkaitan dengan budaya
3.2.
Saran
Untuk pemerintah agar lebih memperhatikan budaya yang
sudah lama di miliki oleh daerah ini dan kita sebagai warga dari daerah
bengkulu wajib untuk melestarikan tradisi tabot tari tabot dan alat musik
tradisional dal ini agar nanti anak cucu kita masi bisa menyaksikan kebudayaan
ini dan menjadikan aset bangsa yang tak pernah ternilai.
Daftar pustaka
4.
Wikipedia
5.
Alwasila, A.chaeder (2003), pokoknya
kualitatif: dasar – dasar merancang dan melakukan penelitian
6.
Denzin, Norman k. (2005), the art and
the politics of interpretation dalam Denzin & Lincoln, (2005), handbook of
Qualitativ Researce, London: SAGE publication
7.
IKIP MALANG, 1993. Belajar menulis karya
ilmiah ,malang: Depdikbud IKIP MALANG