Selasa, 27 Desember 2016

karya tulis ilmiah budaya indonesia

PENGUATAN IDENTITAS MULTIKULTURAL DI ERA GLOBALISASI

 










DISUSUN OLEH :

NAMA :          1. FANNY NOVIARDI           (F1B016059)
  2. MUHAMMAD IQBAL        (F1B016028)
  3. JOKO PRASETIO              (FIB016054)
FAKULTAS : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
PRODI :          KIMIA





LOMBA KARYA TULIS ILMIAH KBBS FKIP UNIVERSITAS BENGKULU 2016

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke-hadiran tuhan yang maha esa,karena atas berkat rahmat dan karunianyalah karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik, walau masih banyak terdapat berbagai macam kesalahan kami mohon maaf jika ada kata yang tidak pantas untuk diucapkan atau pun didengar oleh para pembaca karena penulisan karya ilmiah ini hanyalah bertujuan untuk kami membangkitkan rasa cinta masyarakat akan kebudayaan yang kita miliki saat ini karena tidak semua negara didunia memiliki beragam kekayaan budaya seperti negara tercinta kita ini ,oleh sebab itu kami penulis karya ilmiah ini mengajak pembaca untuk terus melestarikan kebudayaan yang kita miliki sekarang karena kebudyaan itu akan menjadi jatidiri bangsa kita dan menjadi aset yang tak akan pernah ternilai oleh apapun ,karena dizaman serba moderen ini banyak kebudayaan yang ada di negara kita hilang karena tergerus oleh kemajuan zaman yang serbah maju seperti sekarang yang kita rasakan ,bahkan para generasi muda kita tidak sedikit yang mengabaikan betapa penting nya kebudayaan yang kita miliki ini ,sangking pentingnya banyak negara yang mengabil kebudayaan megara kita ,kita sebagai warga negara INDONESIA patut bangga atas budaya yang kita miliki mulai dari sekarang kami mengajak para pembaca mulai dari yang muda sampai dengan yang tua untuk terus melestarikan kebudayaan yang kita miliki sekarang jangan sampai kebudayaan kita ini hilang digerus zaman dan hanya cerita kelak untuk anak cucu kita mari kita jaga kebudayaan negara kita agar nanti anak cucu kita masih dapat melihat dan melestarikan kebudayaan yang sudah lama bangsa ini miliki






Bengkulu, oktober 2016





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................... 3
DAFTAR ISI .................................................................................................................. 4
BAB I
PENDAHULUAN .......................................................................................................... 5
1.1. LATAR BELAKANG ............................................................................................ 5
1.1.2. Berikut adalah pengertian multikultural menurut beberapa ahli....................... 5
1.1.3 Penerapan budaya di masyarakat dan budaya di bengkulu .............................. 5
1.2.RUMUSAN MASALAH ......................................................................................... 7

1.3. TUJUAN PENULISAN ......................................................................................... 7
1.3.1.      Manfaat dan kerugian jika budaya tidak bertahan ............................................... 7
1.3.2.      Manfaat jika budaya terus bertahan ..................................................................... 7
1.3.3.      Kerugian jika budaya tidak bertahan .................................................................... 7

BAB II
2.1. Pengertian dan sejarah budaya seni di bengkulu ....................................................... 8
2.2. Berikut Tahapan –Tahapan Tabot (9 Tahapan) .......................................................... 9
2.3  
Hal yang dapat mempertahankan Tatakrama .......................................................... 10
2.4. Cara mempertahankan budaya ...............................................................................  11
2.5. Mempertahankan budaya dengan hal sederhana ..................................................... 12
2.6. Memperkenalkan kebiasaan dan kebudayaan ke generasi muda ............................. 13
2.7. Penyebab hilangnya kebudaya ................................................................................ 13
2.8. Unsur – unsur kebudayaan ...................................................................................... 14
2.8.1. Menurut malvelli j.harskovit menyebuitkan
          kebudayaan mempunyai 4 unsur, yaitu.......................................................... 14
2.8.1. Broneslaw malinowski mengatakan ada 4 unsur
          poko dalam kebudayaan ................................................................................ 14

BAB III
PENUTUP .................................................................................................................... 15
3.1. KESIMPULAN ..................................................................................................... 15
3.2. SARAN ................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 16




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.  Latar belakang
Multikultural adalah istilah yang digunakan untuk mengambarkan pandangan seseorang  tentang berbagaimacam kehidupan di dunia ,atau kebijakan yang menekankan seseorang dapat menerima budaya di tempat tertentu atau di daerah tertentu seperti indonesia yang banyak memiliki keragaman budaya dan adat istiadat serta perbagai budaya politik yang dipegang ,budaya dan adat istiadat di setiap daerah di indonesia memiliki banyak kebedaaan namun perbedaan itulah yang menjadikan ciri khas dari masing – masing setiap kebudayaan di daerah itu ,jika budaya ini terus dilestarikan maka akan menjadi daya tarik bagi para turis lokak maupun manca negara ,oleh sebab itulah kita sebagai warga negara indonesia patut melestarikan budaya yang sudah turun – temurun ini kalau bukan kita siapa lagi, pandangan terhadap multikultural menurut para ahli memiliki berbagai macam persi
1.1.2. Berikut adalah pengertian multikultural menurut beberapa ahli :

A.  Azyumardi azra ( tahun 2007 )

Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat  diterjemahkan kedalam berbagaimacam kebijakan kebudayaan yang menekan kan penerimaan realitas prularitas  agama dan multikultural  yang terdapat dalam kehidupan masyarakat ,multikulturalisme juga dapat dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaraan politik

B.  Cliffrod geerz
Sebuah masyarakat prular adalah yang terbagi menjadi beberapa subsistem  embrio itu sendiri dan kemudian terikat dalam ikatan primordial
Multikultural diderah perkembangan zaman serba moderen ini sangat banyak yang tergerus karna sudah tidak ada lagi yang memperdulikan budaya yang kita miliki ,bahkan pemerintah saja acuh tak acuh terhadap kebudayaan yang kita miliki tak ada peran sedikitpun untuk pemerintah mempertahan kan budaya sebagai aset bangsa kita bahkan karena tak pernah diperhatikan hal inilah yang dijadikan peluang bagi negara lain untuk mengabil kebudayaan yang kita miliki contoh nya saja kebudayaan negara kita yang di ambil oleh negara lain karena kurang nya perhatian pemerintah dan kirang nya kesadaran masyarakat untuk tetap melestarikan budaya sebagai aset negara yang tak ternila harganya berikut beberapa budaya indonesia yang diambil negara lain :
1. batik dari jawa oleh adidas
2. naskah kuno dari riau oleh pemerintah malaysia
3. naskah kuno dari sumatra barat oleh pemerintah malaysia
4. naskah kuno dari sulawesi tenggara oleh pemerintah malaysia
5. lagu rasa sayang – sayangi dari maluku oleh pemerintah malaysia dan lain –    lain

1.1.3.      Penerapan budaya di masyarakat dan budaya di bengkulu
Penerapan budaya dan adat istiadat didaerah tertentu khususnya di kota bengkulu salah satu provinsi dinegara indonesia ,dibengkulu banyak berbagai macam budaya yang harus tetap dilestarikan ,karena budaya adalah identitas dari suatu masyarakat tertentu karena budaya itulah yang akan menjadi pengenal daerah tersebut ,contohnya kota bengkulu yang ramah terhadap turis lokal maupun lokak hal ini benar adanya karena daerah bengkulu sudah mulai banyak turis dari manca negara yang menetap di bengkulu dan masyarakat bengkulu menerima mereka dengan baik ,karena di bengkulu rasa kekeluargaan itu masih sangat kental dan hal itulah yang harus kita jaga diera globalisasi yang akan datang karena era globalisasi banyak memiliki pengaruh yang akan merusak keramahaan masyarakat bengkulu itu ,banyak hal yang bisa dilakukan untuk menetapkan budaya keramahan di masyrakata bengkulu namun bukan hanya itu saja ada dua budaya di bengkulu yang harus di pertahan kan yaitu tabot ,dan musik tradisional dol yang harus dipertahan kan untuk menarik wisatawan datang ke bengkulu
Di era globalisasi ini bukan tidak mungkin budaya dan adat istiadat di kota bengkulu akan hilang karena karena tergerus oleh kemajuan zaman ,contohnya saja banyak anak muda dikota bengkulu yang tak tahu apa arti dari tabot itu sendiri dan apa arti dari musik tradisional dol bahkan tatakrama di dalam pergaulan anak muda pun sudah jauh dari kata baik karena pengaruh era globalisasi kebanyakan dari anak muda lebih mementingkan kepentiangan individu saja dari pada kepentingan orang banyak ,tatakrama seperti bicara saja sudah tidak sopan ,oleh kerena itu kita para generasi muda memiliki peran penting untuk mempertahankan budaya itu karena jika budaya tersebut terus bertahan dari generasi sampai generasi selanjut nya mungkin akan tercipta sebuah dearah dengan tatakrama yang tinggi dan budaya yang tetap terlestarikan adapun hal – hal yang dapat membuat budaya tersebut bertahan

1.2.      Rumusan masalah
Berikut adalah beberapa rumusan masalah :
1.      Apa saja unsur – unsur yang terkandung didalam kebudayaan
2.      Apa wujud dan komponen kebudayaan
3.      Bagaimana hubungan antara unsur – unsur kebudayaan dengan masyarakat
4.      Apa saja pengaruh budaya terhadap lingkungan masyarakat
5.      Manfaat apa saja yang akan didapatkan masyarakat dari kebudayaan
6.      Apa saja tujuan dari pelestarian kebudayaan di kota bengkulu

1.3.      Tujuan penulisan
Agar masayarakat lebih mencintai kebudayaan yang dimiliki oleh daerah nya masing masing karena kebudayaan itu sangat mahal ,budaya juga jika terus kita lestarikan akan terus menjadi identitas yang tentunya akan menjadi kebanggaan kita sebagai masyarakat karena jika kebudayaan kita sampai terkenal kemanapun pasti kita sebagai warga yang mencintai budaya akan bangga terhadap apa yang telah kita capai oleh sebab itu kami selaku penulis mengajak seluruh masyarakat indonesia untuk terus melestarikan budaya yang kita yang menjadi aset bagi negara kita
1.3.1. Manfaat dan kerugian jika budaya tidak bertahan
            Banyak manfaat jika budaya terus bertahan disuatu daerah, dan sebalik nya jika budaya didaerah tertentu luntur diera globalisasi ini akan memiliki banyak kerugian ,manfaat nya dalah sebagai berikut :
1.3.2. Manfaat jika budaya terus bertahan
a.       Akan membangkitkan rasa kekeluargaan di masyarakat
b.      Terciptanya kedamaian didalam masyarakat
c.       Memiliki ciri daerah dan lebih dikenal lagi oleh derah – daerah lainjika adat tabot dan kesenian daerah
d.      Menjadi lambang, arti dan pedoman kehidupan dimasyaraka

1.3.3. Kerugian jika budaya tidak bertahan
a.       Akan banyak terjadi selisih paha dimasyarakat
b.      Lebih mengutamakan kepentingan individu
c.       Akan menghilangnya budaya tradisional dimasyarakat yang akan tergantikan oleh budaya asing

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1.   Pengertian dan sejarah budaya seni dibengkulu

Tabot adalah upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang  tentang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi MUHAMMMAD SAW,Husen Bin Ali Bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah Bin Zaid di Padang Karbala,Irak pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriyah (681 M). (wikipedia ensiklopedia)
Pengertian seni menurut beberapa ahli:
          Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits danBronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalammasyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilahuntuk pendapat itu adalah
         Cultural-Determinism
.Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satugenerasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai
 Superorganic

         Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilaisosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, danlain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khassuatu masyaraka

Sejarah terbentuknya Tabot,telah diselenggarakan secara turun-temurun sejak abad 14.sejarah perayaan Tabot di Bengkulu pertama kali di rayakan olrh Syeh Burhanuddin yang lebih populer sebagai Imam senggolo tahun 1685.pernikahan Imam Senggolo dengan wanita Bengkulu kemudian anak,cucu,dan keturunan mereka di sebut sebagai keluarga Tabot.latar belakanga festival Tabot ini yaitu untuk mengingat atas kematian cucu Nabi MUHAMMAD yaitu Hasein Bin Ali Bin Abi Thalib,yang wafat di Padang Karbala,Irak.
Beberapa masyarakat Bengkulu percaya jika Tabot tidak diselenggarakan maka masyarakat Bengkulu akan terjadi bencana/musibah. Pada saat kegiatan ini berlangsung ,baik wisatawan lacal maupun domestic tumpah ruah disepanjang jalan untuk menyaksikan secara langsung meriah nya acara tersebut . selain telah menjadi tradisi sejak lama tobot juga sudah menjadi ciri khas kota bengkulu dan daerah minang ada perbedaan sedikit saja di dalam pelaksanaan nya
2.2.   Berikut Tahapan -Tahapan Tabot (9 Tahapan)

1.      Mengambil Tanah(1 Muharram Pukul 22:00 WIB)
Tanah yang diambil pada tahapan ini haruslah berasal dari tempat keramat yang mengandung unsur-unsur magis.
2.      Duduk penja (5 muharam pkl: 16:00 wib)
Penja adalah benda yang terbuat darikuningan ,perak,atau tembaga yang berbentuk telapak tangan manusia lengkap dengan jari – jarinya penja yang dianggap sebagai benda keramat yang mengandung unsur magis harus dicuci dengan air limau setiap satu tahun sekali
3.      Meradai ( 6 muharam pkl 07:00 – 17:00 )
Mengumpulkan dana yang dilakukan oleh jola (orang yang bertugas mengumpulakan dana untuk kegiatan untuk masyarakat ,biasanyan terdari dari anak – anak yang berusia dari 10 – 20 tahun )
4.      Manjara (6-7 muharam pkl 20:00 – 23:00)
Cara ini merupakan cara untuk berkunjung atau menemui kelompok lain untuk beruji atau bertanding dal (alat musik sejenis beduk, yang terbuat dari kayu dengan lubang ditengah nya, serta ditutupi oleh kulit lembu
5.      Arak penja ( 8 muharam pkl 19:00 – 21:00 )
Pada acara ini setiap kelompok tabot akan mengirim regunya sekitar 10 -15 orang yang sebagian besar terdiri dari anak – anak dan remaja dengan menempuh rute yang telah ditentukan bersama pada jalan – jalan utama dikota bengkulu
6.      Arak serban ( 9 muharam pkl 19:00 – 21:00 )
Benda yang diarak selain penja, ada juga serban / sorban putih yang diletakan pada tabot coki ( tabot kecil ) dilengkapi dengan bendera atau dengan panji – panji bewarna putih atau biru yang bertuliskan hasan dan husen dengan huruf kaligrafi yang indah
7.      Gam
Gam sendiri berasal dari kata “ghum” yang berarti penutup atau pengalang suatu waktu yang telah ditentukan dimana dimana pada waktu tersebut semua aktifitas yang berkenaan dengan upacara tabot tidak boleh dilakukan termasuk menyembunyikkan dol dan tassa. Jadi gam ini dapat disebut masa tenang
8.      Arak Gedang ( 9 muharam atau malam 10 muharam )
dengan diawali acar ritual pelepasan tabot dengan bersanding digerga masing-masing. Selanjutnya diteruskan dengan arak gedang yaitu grup tabot bergerak dari markas masing-masing secara berombongan dengan menempuh rute yang telah ditentukan. Dijalan protokol semua tabot bertemu sehingga membentuk arak gedang (pawai akbar) menuju lapangan utama.
9.      Tabot terbuang
tabot-tabot disandingkan yang diikuti oleh masing0masing personil kelompok tabot. Pada sekitar pukul 10.00 wib arak-arak tabot dilepaskan oleh gubernur bengkulu untuk menuju komplek pemakaman umum karabela.tempat ini menjadi lokasi ritual acara tabot terbuang karena disana dimakamkan imam senggolo ( syeh Burhanuddin ) pelopor upacara tabot di bengkulu. Dengan berakhirnya tabot terbuang maka berakhirlah semua prosesi ritual upacara tabot. upacara tabot dibengkulu mengandung aspek ritual dan non ritual.

Aspek ritual hanya dilakukan oleh keluarga keturunan tabot yang dipimpin oleh sesepuh keturunan nya langsung, serta memiliki ketentuan - ketentuan khusus dan norma-norma yang harus ditaati oleh mereka. Sedangkan acara yang mengandung aspek non ritual dapat diikuti oleh siapa saja.Tabot yang terus berkembang dari tahun ke tahun lama-kelamaan sudah semakin meninggalkan arti upacara tabot itu sendiri. Tabot yang sekarang lebih ke acara festival dan tabot sendiri dijadikan suatu objek parawisatawan dibengkulu.
Mempertahan kan budaya memiliki tantangan tersendiri bagi para orang yang mencintai budaya daerah ,namu jika budaya derah sendiri tidak kita lestarikan siapa lagi yang akan melestarikanya ,karena kebiasaan dan budaya jika dipertahankan akan memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat salah satunya menjadi ciri khas daerah bengkulu ,namun jika bkebiasaan dan budaya tersebut tidak di pertahan kan maka bukan tidak mungkin sebuah kerugian kehilangan budaya yang menjadi ciri khas itu akan terjadi oleh sebab itu mulai dari sekarang tanamkanlah sifat untuk mempertahan kan kebiasaan dan budaya di dalam diri kita.
2.3.             Hal yang dapat mempertahankan Tatakrama
1.      Dengan memberikan pengajaran tentang tatakrama baik didalam lingkuangan sekolah maupun dilingkungan sekitar
2.      Memberikan pengawasan terhadap prilaku generasi muda
3.      Menimbulkan minat generasi muda untuk bertatakrama kepada yang lebih tua atau orang yang baru didaerah tersebut dengan mengajarkan nilai – nilai norma baik di sekolah maupun dilingkungan masyarakat
4.      Penerapan agama yang kuat dilingkungan masyarakat
5.      Dan memperkenalkan berbagai macam budaya kepada generasi muda

2.4.   Cara mempertahankan budaya
1.    Dengan memberikan pengajaran tatakrama di sekolah maupun di lingkungan masyarakat
2.    Mencari apa masalah yang membuat generasi muda meng acuhkan budaya bengkulu
3.    Melakukan berbagai macam sosialisasi di masyarakat dan disekolah serta melakukan beberapa festival
4.    Membentuk berbagai macam komunitas pecinta seni di masyarakat
5.    Mendirikan sanggar – sanggar seni di lingkungan masyarakan ,jika sudah ada sanggar maka buat lah seaktif mungkin kegiatan sanggar  
6.    Dan mengajarkan betapa pentingnya sebuah kebudayaan di masyarakat
7.    Kemudian pengaplikasian semua hal yang sudah disiap kan yang pastinya dengan dukungan dari berbagai pihak yang bersangkutan
Untuk mempertahankan budaya itu dimulai dari kita sendiri kemudian baru ke orang lain yang belum mengetahui kebiasaan dan budaya daerah kita kemudian membiasakan hal tersebut dan banyak melakukan vestifal serta perlombaan yang menyangkut tentang kebudayaan yang ada di daerah bengkulu karena kebiasaan dan kebudayaan yang dimiliki dapat mencerminkan ciri daerah tersebut ,pelestarian budaya didasarkan oleh kemauan individu dahulu dan kemudian dikembangkan bukan hanya individu saja banyak yang bersangkutan untuk terus melestarikan kebudayaan itu karena budaya adalah aset daerah bengkulu ,pelestarian kebudayaan bisa terlekasa jika lembaga swadaya masyarakat ikut membantu melestarikan dan ikut mendukung apa pun hal yang berkaitan dengan budaya
2.5.   Mempertahankan budaya dengan hal sederhana
1.      Melakukan penelitian terlebih dahulu tentang budaya
2.      Mempelajari sejara kebiasaan dan budaya yang ada di bengkulu
3.      Mengumpulkan rumusan masalah yang akan terjadi didalam melakukan pengembangan budaya
4.      Kemudian melakukan kajian laporan yang telah kita kumpulkan
5.      Menyiap kan peralatan ,tempat dan sponsor pendukung untuk melestarikan budaya
6.      Mendokumentasikan tentang pentingnya budaya yang dimiliki oleh daerah bengkulu ini serta menjelaskan maanfaat nya
7.      Melaksanakan kegiatan yang sudah dikumpulkan informasinya dan terus mengamati perkembangan selama proses pelaksanaan
8.      Jika semua proses pelestarian budaya sudah dilakukan maka kemungkinan cinta masyarakat terhadap budaya dari tanah asal nya akan semakin bertambah
Pemerintah daerah juga memiliki peranan penting dalam melestarikan kebiasaan dan budaya di kota bengkulu ,pemerintah daerah dituntut bergerak aktif dalam melakukan pengelolaan budaya sekitar dengan melakukan berbagai festival yang berkaitan dengan budaya karena jika hal itu dilakukan maka kemungkinan budaya akan semakin dicintai oleh masyarakat karena adanya dukungan dari pemerintah namun bukan hanya dukungan pemerintah saja kesadaran masyarakat dan generasi muda akan cinta dengan budaya mereka sangat lah diperlukan untuk terus membuat tradisi di bengkulu ini terus bertahan dan lestari
2.6.   Memperkenalkan kebiasaan dan kebudayaan ke generasi muda

Penting nya memperkenalkan budaya di kota bengkulu dengan para generasi muda agar didalam diri mereka tertanamkan sifat cinta dengan budaya ,namun hal itu tak semudah yang dibayangkan kebanyakan para generasi muda sekarang lebih cendrung bermain gadget daripada bergerak diluar ruangan ,untuk bisa membuat mereka tertarik akan budaya perkenalkan lah mereka dengan budaya sedikit demi sedikit dan jangan terlalu membuat orang bosan dengan pengajaran yang kita berikan, karena generasi muda jaman sekarang tak bisa hidup tampa gadget maka ada solusi untuk memperkenalkan seni dengan membuat beberapa hal tentang tari di sosial media dengan sebaik mungkin agar yang melihat dapat tertarik dengan apa yang mereka lihat ,kemudian buat lah perlombaan lewat sosial media barang siapa yang bisa menampilkan kebudayaan seperti tari dengan sebaik mungkin dan diunggah kejejering sosial maka akan mendapatkan hadia ,dengan hal sederhana itu saja kita dapat menumbuhkan rasa cinta akan budaya didalam hati para generasi muda yang akan mendatang sebagai calon pewaris budaya yang harus tetap dilestarikan untuk menjadi ciri dari budaya bengkulu

2.7.   Penyebab hilangnya kebudaya
Karena kurang nya perhatian dari pemerintah dan kurang nya kesadaran dari warga negara indonesia untuk melestarikan budaya nya sendiri maka kesempatan seperti inilah yang diambil oleh bangsa lain atau negara lain untuk mengabil danmengukuh kan kebudayaan di indonesia mereka buat kebudayaan itu jadi budaya mereka ,mungkin jika pemerintah dan lembaga yang berkaitan dengan seni mau melestarikan budaya di indonesia maka akan semakin kecil untuk negara lain yang mau mengklaim kebudayaan kita ,namun semua itu dapat terwujud jika masyarakat dan para generasi muda peduli dengan kebudayaan bangsanya sendiri
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dengan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderunga yang mengarah terhadap memudarnya niai-nilai pelestarian budaya. Budaya Indonesia yang dulunya ramah tamah, gotong royong, an sopan santun berganti dengan budaya ( meminjam istilah Band Jamrud ) yang gaul, fungky dan doyan ngucapin ember.
Sebagian besar generasi muda sekarang ini sudah tidak lagi memilki ketertarikan terhadap kesenian daerah. Padahal sebenarnya seni itu indah dan mahal. Kesenian adalah aset Indonesia. Sebagai tunas muda hendaknya memelihara seni budaya kita untuk masa depan anak cucu. Padahal kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapat untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyrakat sekitarnya.
2.8.   Unsur – unsur kebudayaan
Ada beberapa ahli yang dapat mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan atara lain :
2.8.1.      Menurut malvelli j.harskovit menyebuitkan kebudayaan mempunyai 4 unsur, yaitu
a.    Alat – alat ekonomi
b.    Sistem teknologi
c.    Keluarga
d.   Kekuasaan politik
2.8.2.      Broneslaw malinowski mengatakan ada 4 unsur poko dalam kebudayaan
a.    Sistem norma sosial yang memungkinkanker jasama antara anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
b.    Organisasi ekonomi
c.    Alat – alat ,lembaga –lembaga atau petugas – petugas untuk pendidikan
d.   Organisasi kekuatan ( politik )






             


BAB III
 PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
            Kebudayaan indonesia suatu kebiasaan yang sudah dari turun – temurun menjadi dari zaman nenek moyang yang menjadi aset kekayaan bangsa indonesia oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa ini sudah sepatut nya melestarikan kebudayaan bangsa sendiri karena budaya adalah warisan atau aset yang tak ternilai dan tak ada harganya namun hanya ada apresiasi saja . pastinya dengan dukungan dari berbagai pihak yang bersangkutan. Untuk mempertahankan budaya itu dimulai dari kita sendiri kemudian baru ke orang lain yang belum mengetahui kebiasaan dan budaya daerah kita kemudian membiasakan hal tersebut dan banyak melakukan vestifal serta perlombaan yang menyangkut tentang kebudayaan yang ada di daerah bengkulu karena kebiasaan dan kebudayaan yang dimiliki dapat mencerminkan ciri daerah tersebut ,pelestarian budaya didasarkan oleh kemauan individu dahulu dan kemudian dikembangkan bukan hanya individu saja banyak yang bersangkutan untuk terus melestarikan kebudayaan itu karena budaya adalah aset daerah bengkulu ,pelestarian kebudayaan bisa terlekasa jika lembaga swadaya masyarakat ikut membantu melestarikan dan ikut mendukung apa pun hal yang berkaitan dengan budaya
3.2. Saran
            Untuk pemerintah agar lebih memperhatikan budaya yang sudah lama di miliki oleh daerah ini dan kita sebagai warga dari daerah bengkulu wajib untuk melestarikan tradisi tabot tari tabot dan alat musik tradisional dal ini agar nanti anak cucu kita masi bisa menyaksikan kebudayaan ini dan menjadikan aset bangsa yang tak pernah ternilai.



















































Daftar pustaka
4.      Wikipedia
5.      Alwasila, A.chaeder (2003), pokoknya kualitatif: dasar – dasar merancang dan melakukan penelitian
6.      Denzin, Norman k. (2005), the art and the politics of interpretation dalam Denzin & Lincoln, (2005), handbook of Qualitativ Researce, London: SAGE publication
7.      IKIP MALANG, 1993. Belajar menulis karya ilmiah ,malang: Depdikbud IKIP MALANG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar